Rabu, 16 September 2009

ANDAI INI RAMADHAN YANG TERAKHIR......

Andai ku tahu ini bulan ramadan terakhir, tentu siangnya sibuk berzikir, tentu tak akan jemu melagukan syair rindu, mendayu… merayu… kepadanya tuhan yang satu, Andai ku tahu ini ramadan terakhir, tentu solat ku kerjakan di awal waktu, solat yang dikerjakan... Sungguh khusyuk, lagi tawaduk, tubuh dan qabul , bersatu, memperhambakan diri, menghadap rabbul jalil.... Menangisi.. kecurangan janji, ’innasolati wanusuki wamahyaya, wamamati lillahirabbil’alamin ’, (sesungguhnya solatku, ibadahku, hidupku, dan matiku.... Kuserahkan hanya kepada allah tuhan seru sekalian alam) Andai ku tahu ini ramadan terakhir, tidak akan ku siakan walau yang sesaat yang berlalu, setiap masa tak akan dibiarkan begitu saja, di setiap kesempatan juga masa yang terluang, alunan al-quran bakal kau dendang... Bakal kau syairkan, andai ku tahu ini ramadan terahir tentu malam mu engkau, sibukkan dengan bertarawih berqiamullail, bertahajud mengadu... Merintih... Meminta belas kasih, ”sesungguhnya aku tidak layak untuk surgamu, tapi ku juga tidak sanggup untuk ke nerakamu”, andai ku tahu ini ramadan terakhir, tentu diriku tak akan melupakan yang tersayang, mari kita meriahkan ramadan, kita buru... Kita cari... Suatu malam idaman, yang lebih baik dari seribu bulan, andai ku tahu ini ramadan terakhir, tentu ku bakal menyediakan batin dan zahir, mempersiapkan diri, rohani dan jasmani, menanti-nanti jemputan izrail, di kiri dan di kanan lorong-lorong ridha ar-rahman, duhai iiahi... Andai ini ramadan terakhir buat kami, jadikanlah ia ramadan paling bererti, paling berseri menerangi kegelapan hati kami, menyeru ke jalan menuju ridha serta kasih sayangmu, ya iiahi, semoga bakal mewarnai kehidupan kami di sana nanti, namun teman... Tak akan ada manusia yang bakal mengetahui, apakah ramadan ini yang terakhir kali bagi dirinya, yang mampu bagi seorang hamba itu hanyalah, berusaha... Bersedia... Meminta belasnya, andai benar ini ramadan terakhir buat aku, maafkan semua kesalaha dan kesilapan yang pernah aku lakukan, ” marhaban yaa ramadhan”...

0 ulasan:

Catat Ulasan

Pengikut